Rabu, 12 Desember 2012

Aku Kangen (Yogyakarta)

Aku Kangen (Yogyakarta)

Lampu-lampu berwarna merah itu ada lagi. Mereka berpendar. Tersenyum seakan ingin mengucap selamat datang dalam arena yang dulu tlah lama kau tinggal.

Suara roda-roda besi itu ada lagi. Mereka bersimpul terikat mati. Berada di bawah gerbong-gerbong tua yang baru dibenahi. Besi itu berpilin mengabarkan yang lama tinggal, sudah pergi. Sisa yang baru--sama dengan kau waktu enam tahun lalu.

Bunyi klakson kereta juga tak mau ditinggal. Ia menyusul, dari belakang dan dari depan. Seakan membisikkan untuk mempersiapkan dirimu jauh lebih matang.

Angin yang dulu juga masih ada. Ia masih membelaiku halus. Menenangkanku untuk tidur tinggalkan sesak keramaian ibukota.

Seperti biasa. Digerbong kereta begitu sepi. Sisa petugas yang sibuk memeriksa karcis dan mengucapkan terima kasih. Yang lain sudah terlihat lelah. Beberapa sudah pulas. Tenang. Mungkin penduduknya sudah bermimpi. Mimpi telah sampai di kota itu. Kota pertama, tempatku mengenal Dia. Kota pertama, tempatku mengenal dakwah. Kota pertama, tempatku sering bertemu denganNya.
Ah, Jogyakarta.
Aku kangen.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar