Rabu, 12 Desember 2012

Kejamnya Dunia!

Terus bisa apa?

Tak menyangka.
Tak menyangka banyak yang berubah dari kehidupan ini.
Murah ke mahal.
Suci ke nista.
Bersih ke kotor.
Kaya ke miskin.
Bahkan sampai miskin ke melarat.

Tak heran.
Tak heran harga BBM, listrik, dan kebutuhan dasar menjadi naik.
Tak heran banyak masyarakat miskin yang seringnya marah-marah karena sudah banyak tekanan.
Tekanan hidup, tekanan sehat bahkan sampai makan pun sekarang sudah ditekan.
Banyak orang beriman yang tak lagi pegang Qur’an untuk menjawab segala persoalan.
Semua kocar-kacir tak lagi punya pegangan.
Tak lagi ada pengkaderan untuk membentuk segelintir orang dengan aqidah yang mempan walau dibombardir dengan ‘senapan’.

Dunia oh dunia.
Ia mengubah segala hal fana menjadi sesuatu hal yang seakan kekal selamanya.
Semua terasa indah di mata.
Semua berbalik dengan keadaan yang sebelumnya tak pernah diterima.
Lagi-lagi Allah menguji orang-orang beriman dengan cobaan yang itu-itu saja.
Tak maju, keadaannya serupa, dan dengan kegalauan yang 100% sempurna.

Mungkin sebentar lagi kiamat.
Terdengar sangkakala Nabi Israfil di langit-langit sana.
Datang dajjal.
Turun Nabi Isa.
Keluar makhluk dan benda dari dalam perut bumi.

Ah, dunia.
Ia mengubah semuanya dengan hal yang tak pernah diduga.
Ia sudah berubah menjadi Jakarta.
Kejamnya sudah mulai terasa.
Sampai ke hati dan menusuk ubun-ubun ke ribuan anak bangsa.

*Adaut, 15 Maret 2012. Orang beriman terhadap orang beriman lainnya, seperti bangunan yang antara bagian yang satu dan bagian lainnya saling menguatkan---HR. Muslim.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar